Posted on

Bismillah…

Berdasarkan artikel yang saya dapat dari situs web beritasatu mengenai berbagai keunggulan bank syariah dibandingkan dengan bank konvensional, saya jadi tertarik untuk membahas dan menganalisa tiap-tiap keunggulan dari bank yang “lahir” pada tahun 1991 di Indonesia yang dipelopori oleh Bank Muamalat ini. Apakah bank syariah ini lebih unggul dari bank konvensional karena jargonnya “bebas riba”? atau malah justru bank syariah ini tidak ada bedanya dengan bank konvensional yang sama-sama melakukan praktek riba?

Adapun rangkuman mengenai keunggulan bank syariah adalah sebagai berikut:

1. Fasilitas Selengkap Bank Konvensional

meski poin ini termasuk kedalam salah satu keunggulan dari Bank Syariah, tapi menurut saya ini tidak termasuk kedalamnya, alasannya adalah karena setiap bank yang ada harus memiliki fasilitas yang memudahkan para nasabah untuk melakukan berbagai macam transaksi melalui berbagai macam media seperti datang langsung ke bank, datang ke mesin ATM, atau menggunakan layanan mobile dan electronic banking. Dengan adanya alasan-alasan tersebut nampak terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara bank syariah dengan bank konvensional dari segi fasilitas, sehingga pada poin ini tidak ada yang saling mengunggulkan diri.

 

2. Manajemen Finansial yang Lebih Aman

poin kedua bisa jadi menjadi salah satu keunggulan dari bank syariah mengingat kejadian pada tahun 2007 yang saya kutip dari tautan beritasatu diatas: “Tragedi finansial kredit subprime tahun 2007 nyaris tidak menggoyahkan investasi yang berbasis syariah. Di saat banyak bank investasi dan bank-bank besar bangkrut maupun membutuhkan kucuran dana, banyak Bank Syariah baru yang justru bermunculan atau buka cabang.”. Namun sekali lagi perlu diperhatikan faktor yang memicu pertumbuhan dari bank syariah tersebut, apakah benar karena manajemen finansial yang lebih aman? belum tentu. Berdasarkan keterangan yang saya dapat dari situs web tempo, dikatakan bahwa, masih ada perusahaan yang menawarkan investasi bodong dengan embel-embel syariah di bank ternama yang patut diwaspadai. Namun tidak perlu khawatir karena jika dibandingkan antara berita kasus penipuan antara bank syariah dengan bank konvensional, jumlah penipuan dalam bentuk investasi pada bank syariah jauh lebih sedikit dibandingkan kasus-kasus yang ada pada bank konvensional.

 

3. Anda Berkontribusi Langsung Memperkuat Bank Syariah

poin ini bisa dikatakan tepat. Dikutip dari tautan beritasatu diatas: “Bank Syariah memberikan nisbah (“bunga” simpanan) berdasarkan perkembangan finansial perusahaan. Secara tidak langsung Anda menjadi “pemegang saham” di Bank Syariah Anda. Setiap simpanan Anda akan memperkuat investasi bank. Setiap pinjaman Anda akan memperkuat keuntungan bank. Semakin usaha Anda berkembang, bank juga semakin berkembang karena kredit yang diberikan menggunakan skema bagi-hasil. Semakin maju bank, semakin banyak pula keuntungan bank yang dapat dibagikan sebagai nisbah kepada para nasabah.”

Nisbah sendiri bisa dikatakan proses bagi hasil antara bank dengan nasabah. Proses ini dibagi sesuai rasio tertentu, seperti contoh yang saya dapat melalui situs web mysharing, terdapat tata cara menghitung nisbah yang menghasilkan rasio 70:30 keuntungan untuk nasabah, yang dengan kata lain bank mendapat keuntungan sebesar 30% yang dapat menimbulkan pertanyaan, apakah 30% itu termasuk riba?

 

4. Membantu Orang yang Butuh Dizakati

poin ini tepat dikatakan sebagai keunggulan bank syariah dibandingkan bank konvensional, karena sebagai umat muslim kita wajib menunaikan zakat, dan dengan berinvestasi di bank syariah kita secara tidak langsung akan berzakat karena tiap tahun bank syariah wajib berzakat minimal 2.5% dari keuntungan. Bank konvensional pun bisa berzakat, namun tidak ada peraturan yang mewajibkan mereka untuk melakukannya. Jadi, sudah selayaknya jika ada rasa ingin membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan melalui zakat, berinvestasi melalui bank syariah ini bisa jadi pilihan.. tapi jangan lupa kita juga harus berzakat.. jangan mentang-mentang sudah berinvestasi di bank syariah lantas kita melupakan kewajiban zakat itu sendiri.

 

5. 100 Persen Halal

poin ini banyak menimbulkan pro dan kontra, pasalnya tidak ada suatu perusahaan yang tidak mencari profit. maksudnya? yang ingin saya katakan adalah bank mengambil untung dari bunga, lantas yang ada pada bank syariah itu sebenarnya hanyalah bunga yang sudah ganti nama (menjadi “bagi hasil”). jika merujuk pada Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 275 yang berbunyi: “Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”.. itu artinya, jika bank syariah menggunakan sistem bunga dengan ‘kedok’ sistem bagi hasil, maka bank syariah telah melakukan riba, dan riba itu haram, sehingga bank tersebut tidak menggunakan sistem yang murni 100% halal. Yang menarik menurut saya adalah, sistem bagi hasil ini melalui proses kesepakatan antara pihak nasabah dan pihak bank, bisa 70:30, 65:35 dsb. Jadi ujung-ujungnya bank mengambil keuntungan dari pinjaman nasabah. Sebagai contoh nasabah meminjam 10 juta, lalu melalui proses kesepakatan rasio tadi (biasa disebut dengan akad), didapatlah sang nasabah untuk mengembalikan pinjaman sebesar 12 juta yang dapat dicicil perbulan, katakanlah 1,2 juta setiap bulannya. Dari contoh tersebut sudah jelas bahwa bank syariah mencari untung 2 juta dari pinjaman nasabah. Nah dengan demikian apa bedanya bank syariah dengan bank konvensional? toh sama-sama melakukan praktek riba? bedanya hanya terletak pada kesepakatan di awal saja👿

 

demikian analisa dari saya selaku orang yang awam betul dari dunia perbankan.. adapun kesimpulan yang ditulis oleh pak Ahmad Sarwat selaku konsultan Rumah Fiqih Indonesia dalam situs web nya, rumahfiqih, dapat mewakili uneg-uneg saya mengenai bank syariah ini:

“Bagi yang 100% meyakini haramnya ‘bunga’ di bank syariah, bukan berarti bunga bank di bank konvensional berubah jadi halal. Bunga bank konvenional tetap masih 100% haram dan tidak berubah jadi halal. 

Namun bila kedudukannya sama-sama haram dan semua pintu yang halal tertutup sudah, masuk akal kalau ada sebagian kalangan yang berpendapat bahwa pilihannya adalah haram yang madharatnya paling ringan, yaitu yang bunganya lebih rendah. Jadi pinjam uang dari bank konvensional tetap haram, tetapi lebih rendah nilainya.

Namun pendapat ini tentu saja tidak disetujui oleh semua pihak, khususnya para pendukung bank syariah. Menurut mereka, kalau sama-sama haram, tetap harus pinjam dari bank konvensional.

Dan perdebatan tidak pernah berhenti.

 

demikian apa yang dapat saya tulis apa adanya, tulisan ini murni 100% “karangan” sendiri yang didukung oleh pendapat dari berbagai tautan sumber yang ada (bulan puasa nggak boleh bohong👿 ). saya selaku penulis menyadari bahwa saya masih jauh dari kebenaran, dan tulisan ini dibuat semata-mata hanya ingin mengeluarkan rasa penasaran saya antara perbedaan antara bank syariah dengan bank konvensional, sekalian itung-itung nambahin nilai softskill😆

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s