Posted on

troll-pizza

Setelah terjadinya kesalah pahaman dalam pengerjaan tugas analisa springer yang TERNYATA gambar DFD tidak boleh ada yang sama untuk setiap individu, terpaksa (nggak juga sih) gue menganalisa DFD orang. tentang apa ini DFD dan bagaimana alur data-datanya menuju.

Langsung aja nih secara garis besar ini DFD menceritakan tentang proses pemesanan salah satu jenis makanan impor yang gue gak terlalu doyan, namanya Pizza.

Sebelum memulai analisa, bagi orang yang memiliki mata yang jeli dan pemikiran cermat pasti akan merasakan ada yang aneh dalam DFD diatas. Keanehan tersebut bisa dilihat pada notasinya, yang beda dari bentuk DFD secara umum seperti DFD yang ada pada postingan sebelumnya (yang boleh ngambil dari springer). Yang bikin beda adalah bentuk dari notasi System(Process) dan Customer. Kalau dalam bentuk umumnya notasi System digambarkan dengan simbol lingkaran sementara Customer digambarkan dengan simbol persegi, maka dalam apa yang terlihat pada notasi Yourdon/DeMarco ini merupakan kebalikan dari bentuk umum tersebut (alasan ngaco, but I think it’s true). Jadi, tidak ada perdebatan diantara kita mengenai kesalahan dalam penggambaran notasi DFD. Sepakat.

 

Baiklah sekarang gue mulai analisanya. Seperti biasalah, atas nama keadilan gue bakal mulai dari Proses nomer satu, “Enter Sales Orders”. Proses ini merupakan proses dimana pesanan penjualan dimasukkan. Artinya, seorang pelanggan melakukan transaksi pada Proses#1 ini. Jadi wajar, kalau Proses#1 membutuhkan data “Sales Order” atau pesanan penjualan dari entitas eksternal “Customer”. Proses ini bertindak seperti perantara yang mengantarkan data dari Customer tadi yang berupa pesanan penjualan ke database “Sales Orders” yang menyimpan pesanan² dari para pelanggan. Dari sini, pesanan penjualan tadi diantarkan menuju Proses#2, “Organize Manufacturing Schedule”.

 

Proses#2 ini bisa disebut kegiatan pengaturan jadwal produksi. Itu artinya, pada proses inilah kegiatan produksi dimulai. Proses ini membutuhkan data dari database “Stock” berupa Stock Quantities, yang artinya kurang lebih jumlah persediaan. Jika pesanan penjualan dan jumlah persediaan barang telah masuk, Proses#2 akan menghasilkan data berupa Production Schedule. Nah data tersebut akan masuk kedalam database “Production Schedules” sebelum akhirnya masuk ke Proses#3, “Make Pizzas”.

 

Proses#3 ini anak SD jaman sekarang juga tau, Pembuatan Pizza. Disini, “aktor utama” DFD ini akan dibuat. Kalau mau bikin Pizza enak, tentu nggak boleh asal; harus terstruktur dan teratur agar cita rasa terjaga. Untuk itulah dibutuhkan resep, yang disimpan dalam database keempat kita, “Recipes”. Data yang dikirim dari database ini tentu saja resep itu sendiri. Proses#3 ini sekarang sudah memiliki dua input penting, yaitu jadwal produksi dan resep, lantas menghasilkan data berupa pizzas manufactured (pizza yang udah jadi) dan raw materials requisition (seperti.. surat izin permintaan bahan baku) yang masuk ke database “Stock” (persediaan). Masuk akal kan, pizza yang udah jadi masuk ke “Stock” yang berarti sudah tersedia, sekaligus memesan bahan baku baru untuk pesanan selanjutnya. Lanjut, database “Stock” ini akan menghasilkan output berupa raw material quantities (yaitu jumlah bahan baku yang tersedia pada database ini) dan pizzas in stock (yaitu jumlah pizza yang tersedia) kedalam Proses#7, “Determine Raw Materials Required”. Tapi itu nanti dulu, sekarang kita masuk ke Proses#4 sesuai urutan!

 

Proses#4 adalah “Order Raw Materials” yang berarti kegiatan pemesanan bahan baku. Kemana? ya ke Supplier (ya iya..). Untuk bisa berjalan, Proses#4 membutuhkan data dari Proses#7 berupa Raw material required (bahan baku yang dibutuhkan). Proses ini kemudian akan menghasilkan data berupa Purchase order requested (pembelian pesanan yang diminta) ke entitas eksternal “Supplier” serta database “Purchase Orders”. Entitas Supplier kemudian akan menghasilkan data berupa Stock quantities yaitu jumlah persediaan barang (dari supplier) yang kembali masuk ke Proses#4 ini. Setelah barang masuk, Proses#4 akan mengirimkan data kembali berupa Purchase order fulfilled yang berarti pesanan sudah terpenuhi, kedalam database “Purchase Orders”. Setelah semuanya beres, Proses#4 menghasilkan data berupa Raw material quantities (jumlah bahan baku) yang dimasukkan kedalam database kedua kita, “Stock”. Dengan demikian proses pembuatan pizza telah selesai.

 

Proses#5 adalah “Deliver Sales Order”. Jelas tujuannya, proses ini merupakan kegiatan pengiriman pesanan penjualan. Proses#5 membutuhkan data berupa Sales order dari database “Sales Order”. Proses ini kemudian akan mengirimkannya kepada entitas “Customer” sebagai penerima. Setelah semuanya beres, Proses ini akan mengirimkan output berupa Delivery note (catatan/bukti pengiriman) kedalam database “Delivery”.

 

Dari database “Delivery”, akan keluar Delivery note yang masuk kedalam Proses#6, “Obtain Payment” atau penerimaan pembayaran. Proses ini akan mengirimkan Invoice (sejenis dokumen berisi daftar barang² yang berhasil dikirim) dan Receipt (Kwitansi) kepada Customer. Sebagai “timbal balik” Customer mengirimkan data berupa Payment details (Detail pembayaran) yang akan masuk kedalam database ketujuh, “Payment”.

 

Proses#7 secara garis besar menggambarkan kegiatan Menentukan jumlah/jenis bahan baku yang dibutuhkan. Selain jumlah bahan baku dan pizza yang telah tersedia, Proses ini membutuhkan satu masukan lagi yaitu pesanan penjualan dari database pertama, “Sales Order”. Ini bertujuan agar proses tidak “bingung” dan meminimalisir terjadinya kesalahan pada Proses itu sendiri. Dengan ketiga masukan tersebut, lahirlah data berupa Raw materials required (bahan baku yang diperlukan) yang akan masuk ke Proses#4!

 

Siklus seperti ini terjadi tanpa terikat waktu, artinya bisa terus-terusan nggak berhenti-berhenti, atau bahkan nggak jalan sama sekali. Tidak jelas karena DFD tidak memiliki patokan/keterangan kapan proses-proses akan dijalankan. Dan menurut analisa saya.. karena ada “Flow mendetail” pada DFD ini seperti Payment details dan purchase order fulfilled, DFD ini termasuk level 2 diagram (bener gak sih?)

yah after all (cie) sistem sudah komplit serta lengkap dan saya rasa tidak ada kekurangan sedikitpun. Sekian analisis ngaco dari seorang yang masih butuh belajar lebih dalam lagi.. semoga bisa memberi ilham buat semua pembaca bahwa DFD itu nggak serumit yang dilihat, cukup butuh kesabaran dan ketelitian dalam “menerawang” setiap prosesnya sesuai urutan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s