Posted on

tugas awal tahun yang sangat menyenangkan.. disaat kampus-kampus lain sedang libur, cuma kampus gue yang udah masuk, plus dapet tugas dari Boss, disuruh bikin penjelasan “mendalam” mengenai Apa Itu DFD (Data Flow Diagram). Uhuk baiklah.. gue coba bikin “Segala Tentang DFD” pake bahasa sendiri, dengan gaya menulis layaknya menulis Laporan praktikum.

DFD atau Data Flow Diagram adalah sebuah diagram yang merepresentasikan alur-alur yang ada pada suatu sistem. DFD menjelaskan tentang bagaimana data-data yang ada dalam sistem itu mengalir. (bagaimana bisa mengalir? mengalir kemana? mengalir darimana? dsb). dalam DFD kita bisa mengetahui kemana data yang mengalir itu akan tersimpan. Ada satu hal yang tidak bisa “dilakukan” oleh DFD ini, yaitu DFD “tidak mampu” untuk memberikan informasi mengenai waktu proses berjalan yg digunakan aliran data tersebut.

Pada dasarnya, dalam pembuatan DFD dibutuhkan dua langkah utama. Langkah utama yang pertama adalah membuat diagram konteks. Diagram konteks dalam artian sederhana, adalah diagram yang secara umum menggambarkan keseluruhan sistem. Diagram ini bisa diartikan sebagai “sketsa” awal dari pembuatan DFD ini. Diagram konteks ini nantinya bisa berkembang lebih jauh lagi, menjadi diagram level 1, level 2, level 3 dan seterusnya. Semakin tinggi level diagram, semakin detail informasi yang diberikan. Proses “pendalaman” level diagram ini merupakan Langkah utama kedua.

Cukup jelas bukan.. kalau udah lanjut ke penjelasan yang lebih mendalam lagi.

 

360px-DataFlowDiagram_Example

 

Gambar diatas merupakan struktur DFD (Diagram konteks) secara umum.

Database pada DFD adalah sebuah entitas yang melambangkan penyimpanan data yang berasal dari/dibutuhkan oleh proses-proses yang ada pada sistem.

Process (System) pada DFD adalah sebuah entitas yang melambangkan proses (ya iya..) dengan kata lain, proses ini berarti aktivitas atau pekerjaan bisnis yang melibatkan data-data yang akan dimanipulasi atau dirubah.

Customer pada DFD adalah sebuah entitas yang melambangkan orang (orang hidup, bernyawa). Bisa juga melambangkan sistem atau sub-sistem. Orang, Sistem, dan Sub-sistem adalah sebuah “wadah” yang menjelaskan kemana data datang dan pergi.

Garis panah adalah flow atau alurnya. Arah panah menentukan segalanya. keluar ya keluar, masuk ya masuk. Pasti ngerti deh. Lanjut ke diagram level 1.

Lihat entitas System ditengah itu? nah pada pembuatan diagram level 1, entitas System akan dipecah menjadi “sub-sistem” lain yang menjelaskan secara detail dari “Sebenarnya apa aja sih System yang digunakan?”

Untuk lebih jelasnya, mari lihat gambar ilustrasi dibawah.. (ini gambar boleh ngambil dari SINI)

12___create_data_stores_(Customer_and_Transaction)

 

Gambar ilustrasi diatas sebenarnya sama kayak gambar diagram konteks, hanya saja posisi Database (dilambangkan dengan kota abu-abu dengan huruf D) ada di sebelah kanan.  Nah!! kali ini System sebagai Process akan dipecah menjadi tiga bagian. apa saja?

17___create_three_processes_in_Level_1_DFD

ternyata Proses yang digunakan sistem, dijabarkan lebih mendetail lagi menjadi 3 bagian, yaitu Process Order (Pemesanan), Ship Good (Pemaketan barang) dan Issue Receipt (resipien atau bisa dibilang tanda terima atau kwitansi). dengan begini, selesai sudah perubahan dari diagram konteks menjadi diagram level 1. Tapi belum sepenuhnya selesai karena masih dibutuhkan langkah selanjutnya yaitu pemberian alur arah panah..

33___elected_to_curve_the_connectors

 

Penjelasan harusnya sudah jelas, karena tanda panah sudah memberi tahu kearah mana data tersebut mengalir. Ceritanya seorang Customer  datang untuk memesan sesuatu (Process Order). Data pelanggan yang tersimpan pada database pelanggan (Customer D) diminta oleh proses pemesanan tadi. Dengan demikian, proses tersebut otomatis membuat record yang masuk kedalam database Transaksi (Transaction D).

Lalu pemesanan akan berpindah ke langkah pemaketan barang (Ship Good). Lagi lagi Data pelanggan (Customer D) diminta oleh proses pemesanan (Process Order) karena proses tersebut membutuhkan data pelanggan untuk pemaketan dan pengiriman. Process Order juga membutuhkan data transaksi (Transaction D) untuk memilih barang mana yang sesuai pesanan si pelanggan tersebut. Setelah barang selesai dipaketkan dengan benar dan tepat, ia akan memasukkan data ke Database penyimpanan barang (Inventory D).

Setelah barang disimpan, maka bisa sampai ke tangan si pelanggan. Ketika sudah sampai, pelanggan akan menerima Tanda Terima (Issue Receipt), yang Issue Receipt itu sendiri membutuhkan data yang ada pada database transaksi (Transaction D). HORE.. HORE…

 

Namun ada satu aturan lagi dalam pembuatan DFD, yaitu kita bisa merubah susuan tiap entitas demi mempermudah pembacaan DFD itu sendiri supaya nggak pusing dan arah alur tidak saling mepet bersinggungan satu sama lain. contohnya bisa dilihat pada ilustrasi dibawah ini:

34___completed_level_1_DFD_(curved_connectors)

dengan demikian, DFD bisa lebih mudah dibaca dan dimengerti serta jelas kemana arah tujuan datanya. dan dengan sampainya dalam paragraf ini maka gue akhiri penjelasan singkat nan mendasar tentang “Data Flow Diagram”. semoga bermanfaat. #Repost dari situs tutorial yang sangat luar biasa: http://www.visual-paradigm.com/product/lz/tutorials/dfd.jsp

1506404_10152056364108991_1259843670_n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s