Posted on

another solid proof

solid proof

“Orang Pinter susah majunya, karena mereka kebanyakan mikir”

“Harusnya mikir tuh Gimana Entar, bukan Entar Gimana”

terimakasih atas waktu, perhatian dan “ketidak-adilan”nya, Pak. Bagaimanapun Anda Dosen, saya mahasiswa, dan sudah jadi mindset mayoritas orang indonesia, bahwa mahasiswa itu harus nurut sama Dosen.

udah capek-capek nulis di pdf, dengan entengnya Anda bilang “sampai sekarang belum saya koreksi” dan Anda terkesan menuntut saya untuk menulis ulang/mencopy isi pdf tersebut kedalam postingan blog langsung. Padahal dulu anda mengizinkan upload dalam bentuk pdf, tapi nyatanya Anda mengingkari (atau lupa) dengan kata-kata Anda.

Sebagai langkah awal aja, saya buktikan bahwa isi dari pdf tersebut bukanlah iklan-iklan ga jelas, apalagi malware yang bisa merugikan orang lain. Buat apa saya mosting virus? nilai saya dipertaruhkan disini, sungguh konyol sekali kalau saya membiarkan ada virus menginfeksi file tersebut. Saya tau apa yang saya upload, saya selalu mengeceknya dengan baik sebelum mengupload kesini. Antivirus saya dalam keadaan aktif dan tidak mendeteksi adanya virus di file ini. Saya jamin file ini aman!

bab1

bab1a

maaf nih ye, kalo versi teksnya berantakan. SAYA UDAH BILANG SEJAK AWAL. saya merasa usaha saya tidak dihargai dengan tuduhan yang nggak berdasar seperti file isinya iklan semua lah, file isinya malware lah..

langsung aja kalau Anda mau versi teksnya:

RANGKUMAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
BAB I – IV
DIRANGKUM OLEH:
ARYA SULISTYO
KELAS 3DB11
NPM 31111224
DILARANG KERAS MENCOPY TANPA SEIZIN PENULIS.. soalnya udah capek-capek ngerangkum
Bab I | Mengenal Sistem Informasi Akuntansi
Proses Bisnis dan Sistem Informasi Akuntansi
Proses Bisnis adalah urutan aktivitas yang dilaksanakan oleh suatu bisnis untuk memperoleh, menghasilkan serta menjual barang dan jasa. Beberapa model dari proses ini sudah dikembangkan oleh para penggunanya (akuntan), dan mereka memanfaatkan proses bisnis perusahaan dalam bentuk siklus transaksi, atau bisa disebut transaction cycles. Siklus transaksi ini mengelompokkan kejadian kejadian terkait yang pada umumnya terjadi dalam suatu urutan tertentu. Ada tiga hal yang ada pada siklus transaksi utama, yakni:
Siklus pemerolehan/pembelian: proses pembelian serta pembayaran untuk barang atau jasa.
Siklus konversi: proses mengubah sumber daya yg diperoleh menjadi barang-barang dan jasa.
Siklus pendapatan: proses menyediakan barang atau jasa untuk para pelanggan dan menagih uangnya.
Lingkup Sistem Informasi Akuntansi
Jika SIM bertugas “hanya” untuk mengatur (me-manage) segala informasi perusahaan seperti pesanan, persediaan, dsb; maka Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu subsistem dari SIM yang menyediakan informasi khusus mengenai akuntansi dan keuangan. Dalam SIA dikenal suatu istilah yang bernama tumpang tindih substansial. Berikut ilustrasinya:
Pemasaran
Produksi
Akuntansi & Pemasaran
Sumber Daya Manusia
Acquisition/Purchasing Cycle
Conversion Cycle
Revenue Circle
Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi

Berikut lima macam penggunaan informasi akuntansi:
Aplikasi dan Piranti Lunak Akuntansi
ada umumnya aplikasi-aplikasi akuntansi dikelompokkan menurut siklus transaksi. Aplikasi-aplikasi tersebut memiliki fitur, fungsi dan peran yang sangat penting seperti membuat pesanan pembelian, mencatat faktur pembelian, menelusuri jumlah yang terutang kepada para pemasok dan melakukan pembayaran kepada para pemasok itu sendiri. Interaksi antara SIA dan seorang pengguna terutama terdiri atas:
 Pencatatan kejadian yang sering kali menggunakan formulir di layar monitor.
 Pengentrian informasi tentang pemasok, pelanggan, karyawan dan produk.
 Pencetakan dokumen, seperti pesanan pembelian dan faktur penjualan.
 Pencetakan laporan, seperti laporan keuangan dan analisis penjualan.
 Pelaksanaan permintaan informasi khusus untuk suatu maksud.
Membuat Laporan Eksternal
Mendukung Aktifitas Rutin
Mendukung Pengambilan Keputusan
Perencanaan dan Pengendalian
Menerapkan Pengendalian Internal

Peran Akuntansi dalam Hubungannya dengan SIA
Ada lima peran dimana akuntan menggunakan teknologi informasi:
• Akuntan diharapkan dapat memahami seluruh arsitektur sistem informasi.
Akuntan Sebagai Pengguna
• Manajer akuntansi diharapkan dapat mengelola sistem informasi secara meyeluruh.
• Manajer juga harus mengetahui bagaimana bisnis dijalankan serta bagaimana sistem informasi membantu mencapai tujuan dan mendukung proses bisnisnya.
Akuntan Sebagai Manajer
• Konsultan harus menguasai pengetahuan tentang proses bisnis, resiko dan pengendalian, serta teknologi informasi agar dapat merancang sistem dengan sempurna.
Akuntan Sebagai Konsultan
• Auditor Internal mengevaluasi berbagai unit di dalam suatu organisasi untuk mengetahui apakah unit itu telah mencapai misinya secara efisiaen dan efektif.
• Auditor Eksternal harus mengevaluasi keandalan dari sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan.
• Peran Evaluatif lainnya mencakup ketersediaan berbagai macam jasa assurance (jasa peningkatan kepercayaan terhadap perusahaan).
Akuntan Sebagai Evaluator
• Akuntan menggunakan software akuntansi guna menyusun laporan keuangan untuk klien-klien kecil dan software perpajakan guna memberikan jasa perpajakan untuk klien-klien mereka.
Akuntan Sebagai Penyedia Jasa Akuntansi dan Perpajakan

Bab II | Proses Bisnis dan Data SIA
Proses dan Kejadian Bisnis
Proses bisnis merupakan seperangkat aktivitas yang dilakukan oleh suatu bisnis untuk memperoleh, menghasilkan, serta menjual barang dan jasa. Satu cara penting untuk mempelajari proses bisnis perusahaan adalah dengan berfokus pada siklus transaksi. Siklus transaksi mengelompokkan kejadian terkait yang pada umumnya terjadi dalam suatu urutan tertentu. Proses bisnis dapat disusun menjadi tiga siklus transaksi utama:
Pada Bab ini khusus membahas mengenai operasi-operasi apa saja yang ada di dalam siklus pemerolehan dan siklus pendapatan, sementara untuk siklus konversi akan di bahas pada Bab yang lain.
Siklus pemerolehan/pembelian
• Mengacu pada proses pembelian barang dan jasa.
Siklus konversi
• Mengacu pada mengubah sumber daya yang diperoleh menjadi barang-barang dan jasa.
Siklus pendapatan
• Mengacu pada proses penyediaan barang dan jasa untuk para pelanggan.

Siklus Pendapatan
Siklus Pemerolehan
Merespons permintaan informasi dari pelanggan
Membuat perjanjian dengan para pelanggan untuk menyediakan barang dan jasa di masa mendatang
Menyediakan jasa atau mengirim barang ke pelanggan
Menagih pelanggan
Melakukan penagihan uang
Menyetorkan uang kas ke bank
Menyusun laporan
Mendiskusikan dengan para pemasok
Memproses permintaan
Membuat perjanjian dengan pemasok untuk membeli barang atau jasa di masa mendatang
Menerima barang atau jasa dari pemasok
Mengakui klaim atas barang dan jasa yang diterima
Memilih faktur-faktur yang akan dibayar
Menulis cek
Pengidentifikasian Kejadian dalam Proses Bisnis
Berikut cara-cara sistematis untuk memisahkan suatu proses dalam satu rangkaian kejadian.
 Pedoman Mengakui/Mengenali Kejadian
Pedoman ini berfokus pada pergeseran tanggung jawab di dalam proses bisnis untuk mengidentifikasi kejadian.
Pedoman 1: Kenali kejadian pertama dalam suatu proses ketika seseorang atau suatu departemen dalam sebuah organisasi menjadi bertanggung jawab terhadap suatu aktivitas.
Pedoman 2: Abaikan aktivitas yang tidak memerlukan keikutsertaan agen internal.
Pedoman 3: Kenali suatu kejadian baru ketika tanggung jawab dipindahkan dari satu agen internal ke agen internal lainnya.
Pedoman 4: Kenali kejadian baru ketika suatu proses sudah disela/diinterupsi dan dilanjutkan kemudian oleh agen internal yang sama. Setela interupsi, seseorang di luar organisasi atau proses itu mungkin memulai proses yang sudah dijadwalkan.
Pedoman 5: Gunakan satu nama kejadian dan uraian yang mencerminkan sifat umum dari kejadian itu.
Pengorganisasian Data dalam SIA
urang lebih ada dua cara untuk mengorganisasikan data dalam SIA, yaitu dengan sistem manual dan sistem yang terkomputerisasi. Sistem manual seperti yang kita ketahui adalah dengan cara pembukuan jurnal umum, dokumen sumber maupun buku besar yang mencatat segala proses keuangan yang ada pada saat atau waktu tertentu. Sementara untuk pengorganisasian data secara terkomputerisasi, sesuai namanya, segala data akan tersimpan di suatu wadah yang dinamakan Master File. Berikut adalah istilah yang sering digunakan dalam pengorganisasian data ini:
•Merupakan Subjek tertentu tentang informasi apa saja yang disimpan.
Entity
•Satu unit data mengenai satu entitas.
Field
•Seperangkat field yang saling berkaitan dari satu entitas.
Record
•Seperangkat record yang saling berkaitan.
File
•File transaksi menyimpan informasi tentang kejadian.
Transaction File
•File induk berisi informasi mengenai entitas dari kejadian.
Master File
•Beberapa field dalam master file berisi data acuan yang menguraikan entitas.
Reference Data
•Field yang berisi data acuan.
Reference Field
•Data ringkasan meringkas transaksi transaksi masa lalu.
Summary Data
•Field yang berisi data ringkasan.
Summary Field
K
Jenis-jenis File dan Data
Ada dua jenis penting dari file data, apa saja? Mereka adalah File Induk dan File Transaksi!
File Induk
Menyimpan data yang relatif permanen, seperti File Persediaan, File Pelanggan dan File Karyawan
Data yang disimpan dapat memiliki karakteristik sebagai data acuan maupun data ringkasan
Berisi TIGA entitas, yakni Barang/Jasa, Agen Eksternal dan Agen Internal
Tidak menyediakan perincian mengenai transaksi individual
Barang/Jasa diperoleh, dibuat atau dijual selama kejadian dalam siklus pemerolehan dan pendapatan organisasi
Agen Eksternal adalah orang-orang atau unit organisasi yang berada di luar perusahaan; seperti pelanggan, pemasok dan bank
Agen Internal adalah orang-orang atau unit organisasi yang bertanggung jawab atas berbagai kejadian di dalam suatu proses bisnis
Kejadian dan Aktivitas
File Transaksi
Menyimpan data tentang kejadian
Mencakup informasi kuantitas dan arga
Mencakup suatu field untuk tanggal transaksi
Berlangsung dalam suatu urutan tertentu di dalam siklus pendapatan dan pemerolehan
Pencatatan
Mengacu pada penyiapan dokumen sumber dan/atau penyimpanan data kejadian dalam file transaksi
Pembaruan
Mengacu pada tindakan mengubah data ikhtisar di suatu file induk untuk mencerminkan pengaruh dari kejadian
Pemeliharaan File
Menangkap dan mengorganisasi data acuan tentang file induk
Bab III | Mendokumentasikan Sistem Akuntansi
Diagram Aktivitas UML
UML adalah Unified Modelling Language, suatu bahasa yang digunakan untuk menentukan, membisualisasikan, membangun, dan mendokumentasikan suatu sistem informasi. UML dapat digunakan untuk memahami dan mendokumentasikan setiap sistem informasi. UML menyediakan pilihan diagram untuk mendokumentasikan proses bisnis dan sistem informasi. Diagram aktivitas UML ini memiliki beberapa karakteristik umum:
Menyediakan representasi informasi grafis yang lebih mudah dipahami dibandingkan dengan uraian naratif
Menggunakan lambang standar untuk menyampaikan informasi
Dibuat oleh ahli namun dapat dibaca oleh para pemakai dengan sedikit pelatihan
Menyediakan gambaran tingkat tinggi, seperti halnya juga yang tingkat rendah
Overview Activity Diagram
•Menyajikan suatu pandangan tingkat tinggi dari proses bisnis dengan mendokumentasikan kejadian-kejadian penting serta aliran informasi antar kejadian
Detailed Activity Diagram
•Menyediakan suatu penyajian yang lebih detail dari aktivitas yang berhubungan dengan satu atau dua kejadian yang ditunjukkan pada overview diagram
Membuat Overview Activity Diagram 1. Membaca uraian narasi dan mengidentifikasi kejadian penting. 2. Membubuhi keterangan pada narasi agar lebih jelas menunjukkan batasan kejadian dan nama-nama keadian. 3. Menunjukkan agen yang terlibat di dalam proses bisnis dengan menggunakan swimlanes. 4. Menbuat diagram untuk masing-masing kejadian. Tunjukkan urutan kejadian ini. 5. Menggambar dokumen yang dibuat dan digunakan di dalam proses bisnis. Tunjukkan arus informasi dari kejadian ke dokumen, dan sebaliknya. 6. Menggambar tabel/file yang dibuat dan digunakan di dalam proses bisnis. Tunjukkan arus informasi dari kejadian ke tabel dan sebaliknya.
Membuat Detailed Activity Diagram 1. Tambah penjelasan naratif untuk menunjukan aktivitas. 2. Buatlah tabel arus kerja. 3. Identifikasilah diagram terperinci yang diperlukan. 4. Untuk setiap detailed activity diagram, lakukanlah beberapa langkah pendahuluan sbb:  Buatlah swinlane untuk agen-agen yang terlibat pada satu atau beberapa kejadian yang ditunjukkan pada detailed diagram.  Tambahkan segi empat panjang untuk setiap aktivitas di dalam kejadian yang didokumentasikan pada detailed diagram tersebut.  Gunakan garis tanpa putus untuk menunjukkan urutan aktivitas.  Atur dokumen yang dibuat atau digunakan oleh ajtuvutas aktivitas di dalam diagram itu.  Gunakan garis putus-putus untuk menghubungkan aktivitas dan dokumen.  Dokumentasikan setiap tabel yang dibuat, dimodifikasi, atau digunakan oleh aktivitas dalam diagram yang ada dalam kolom komputer.  Gunakan garis putus-putus untuk menghubungkan aktivitas dan tabel.
Bab IV | Mengidentifikasi Risiko dan Pengendalian dalam
Proses Bisnis
Pengendalian Internal dan Peran Akuntan
Pengendalian intenal adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh dewan direksi entitas, manajemen, dan personel lainnya, ayng dirancang untuk memberikan kepastian yang beralasan terkait dengan pencapaian sasaran kategori sebagai berikut: efektivitas dan efisiensi operasi; keandalan pelaporan keuangan serta ketaatan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. Pemahaman yang baik mengenai pengendalian internal penting bagi akuntan yang berperan sebagai manajer, pengguna, perancang dan evaluator sistem akuntansi.
Manajer harus bisa membuat sebuah pertanyaan yang menjelaskan dan menilai sistem pengendalian internal perusahaan
Pengguna juga harus memahami pengendalian internal perusaan sehingga dapat diterapkan dengan tepat
Perancang harus bisa mengendalikan pengendalian internal yang mendorong ketaatan terhadap peraturan dan sasaran perusahaan
evaluator harus memahami sistem pengendalian internal. dan mampu mengembangkan laporan manajemen yang menilai pengendalian internal

Kerangka Kerja dalam Mempelajari Pengedalian Internal: Komponen dan Sasaran Pengendalian Internal
Komponen Pengendalian Internal:
• Mengacu pada faktor-faktor umum yang menetapkan sifat organisasi dan mempengaruhi kesadaran karyawannya terhadap pengendalian
• Meliputi integritas, etika, filosofi dan gaya operasi manajemen
Lingkungan Pengendalian
• Identifikasi dan analisis resiko yang mengganggu pencapaian sasaran pengendalian internal
Penentuan Resiko
• Kebijakan dan prosedur yang dikembangkan oleh organisasi untuk menghadapi resiko
• Meliputi penelaahan kinerja, pemisahan tugas, pengendalian aplikasi dan pengendalian umum
Aktivitas Pengendalian
• Merupakan kumpulan prosedur dan record yang dibuat untuk memulai, mencatat, memproses dan melaporkan kejadian pada proses entitas
• Komunikasi meliputi penyediaan pemahaman mengenai peran dan tangung jawab individu
Informasi dan Komunikasi
• Untuk memastikan bahwa pengendalian organisasi berfungs i sebagaimana difungsikan
Pengawasan
Sasaran Pengendalian Internal
Sasaran Pelaksanaan mengacu pada penyerahan barang atau jasa serta peerimaan dan penanganan kas, serta mencakup aktivitas di mana perusahaan mengeluarkan persediaan dan/atau menggunakan sumber daya lainnya untuk menyediakan jasa dan menangani kas yang dihasilkan.
Sasaran Sistem Informasi memfokuskan pada pencatatan, pembaruan dan pelaporan iformasi akuntansi. Data kejadiaan harus dicatat dengan tepat pada dokumen sumber dan dalam file transaksi. Sasaran Sistem Infromasi juga penting untuk memastikan pelaksanaan transaksi yang efektif.
Sasaran Perlindungan Aset berperan penting karena pencurian atau kehilangan asset merupakan resiko yang diharapkan akuntan untuk dikendalikan.
Sasaran Kinerja memfokuskan pada pencapaian kinerja yang memuaskan dari organisasi, orang, departemen, barang, atau jasa. Sasaran Kinerja menekankan pelaksanaan yang tepat atas operasi penting dalam siklus pendapaan dan pemerolehan. Sasaran ini juga dibuat untuk memastikan operasi yang efektif.
Sasaran Pelaksanaan
Sasaran Sistem Informasi
Sasaran Perlindungan Aset
Sasaran Kinerja

Pencatatan dan Pembaruan di Sistem Buku Besar
Diperlukan untuk melaksanakan fungsi siklus transaksi pemerolehan dan pendapatan serta bertujuan untuk pelaporan keuangan, sesuatu yang dicapai melalui sistem buku besar.
Resiko dalam Mencatat dan Memperbarui Informasi pada Sistem Buku Besar
alah satu resiko adalah bahwa akun buku besar salah dicatat dan bahwa jumlah debit atau kredit bisa saja salah. Juga terdapat resiko bahwa record induk buku besar mungkin tidak diperbarui sama sekali, terlambat diperbarui, atau diperbarui dua kali. Record induk buku besar yang salah dapat telah diperbarui, dan proses memperbarui mengandung kesalahan yang mengakibatkan kesalahan memperbarui saldo.
Aktivitas Pegendalian
Adalah kebijakan dan prosedur yang dikembangkan oleh organisasi untuk menghadapi resiko dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Ada empat jenis pengendalian:
Pengendalian Arus Kerja
Pengendalian Input
Pengendalian Umum
Penelaahan Kinerja
S
Pengendalian Arus Kerja
•Pemisahan tugas
•Penggunaan informasi dari kejadian sebelumnya untuk mengendalikan aktivitas
•Urutan kejadian yang diharuskan
•Menindaklanjuti kejadian
•Dokumen bernomor urut
•Pencatatan agen internal yang bertanggung jawab atas kejadian dalam suatu proses
•Pembatasan akses ke aset dan informasi
•Rekonsiliasi catatan dengan bukti fisik aset
Pengendalian Input
•Menu pencarian yang menyediakan daftar nilai yang mungkin untuk dimasukkan
•Pemeriksaan record
•Konfirmasi data
•Pengendalian integritas
•Pemeriksaan format
Pengendalian Umum
•Perencanaan Sistem Informasi (SI)
•Pengorganisasian Fungsi Teknologi Informasi (TI)
•Identifikasi dan Pengembangan solusi SI
•Penerapan dan Pengoperasian Sistem Akuntansi
Penelaahan Kinerja
•Pembuatan anggaran, proyeksi, standar atau hasil periode sebelumnya melalui pemeliharaan file
•Penggunaan laporan untuk membandingkan hasl aktual dengan anggaran, proyeksi, standar atau hasil periode sebelumnya Tindakan perbaikan jika diperlukan untuk meningkatkan kinerja dan/atau merevisi data acuan yang sesuai di tabel induk

pusing bacanya? belum sampai situ

BAB V | Memahami dan Mendesain Data Akuntansi
Mengidentifikasi dan Mendokumentasikan File
Contoh diagram kelas UML Parsial: File Transaksi dan File Induk
File Transaksi digunakan untuk mencatat informasi mengenai berbagai kejadian didalam proses bisnis organisasi. Attribute record transaksi meliputi data transaksi, pelaku yang berhubungan dengan transaksi seperti pelanggan, pemasok, serta tenaga penjual; dan uraian barang/jasa yang berhubungan dengan kejadian seperti harga dan kuantitas persediaan yg dijual. File Induk menyimpan data acuan dan data ringkasan tentang berbagai entitas yang berkaitan dengan kejadian seperti barang/jasa perusahaan, agen internal, agen internal dan buku besar. Proses pengidentifikasian sudah dibahas secara mendasar pada rangkuman BAB 2-4, dan akan dirangkum lebih detail lagi pada bab ini.
Pesanan Pesanan# Tanggal Pesanan
Pelanggan
Pengiriman
Persediaan

Mendokumentasikan File Transaksi
Ada berbagai cara untuk mendokumentasikannya, salah satunya adalah dengan menggunakan tabel. Sistem informasi yang mendukung suatu proses memerlukan tabel transaksi maupun tabel induk. Salah satu manfaat tabel induk adalah untuk menghemat waktu entri data dan ruang penyimpanan. Namun untuk membuat tabel tersebut dibutuhkan beberapa aturan yang bisa dilihat dalam pedoman-pedoman berikut ini:
Analisis kejadian digunakan untuk mengidentifikasi transaksi dan tabel induk yang diperlukan. Ada tiga konsep penting untuk memperbaiki desain awal yang dikembangkan dari anlisis kejadian: kunci primer, kunci asing dan kardinalitas hubungan. Ketiga konsep tersebut bersama sama membantu software basis data mengaitkan informasi yang disimpan di tabel untuk memproduksi berbagai dokumen dan laporan.
Tentukan kejadian di dalam proses
Keluarkan kejadian yang tidak perlu dicatat sistem
Keluarkan kejadian query dan pelaporan karena mencakup penggunaan data yg telah dicatat di dalam sistem
Keluarkan kejadian pemeliharaan

Primary Key
Foreign Key
Cardinality
Mengimplementasikan dokumen dan laporan
Mengimplementasikan formulir input
Mengontrol data SIA: Integritas refernsial
Langkah-langkah dalam mengembangkan desain data dengan menggunakan diagram kelas UML
Letakkan tabel file transaksi yang diperlukan pada diagram kelas UML.
 Identifikasilah kejadian-kejadian dalam proses bisnis
 Putuskan kejadian mana saja yang memerlukan tabel transaksi. Keluarkan kejadian yang tidak perlu dicatat di sistem dan keluarkan kejadian bertanya, pelaporan dan pemeliharaan
 Mulailah diagram kelas UML dengan menampilkan kotak untuk setiap kejadian yang memerlukan tabel transaksi
Letakkan tabel file induk yang diperlukan pada diagram kelas UML.
 Untuk setiap kejadian di diagram kelas UML, tentukan entitas barang, jasa atau agen yang terkait
 Tentukan entitas mana yang memerlukan tabel induk
 Perhatikan penggunaan tabel iduk untuk melacak lokasi kas dan pengaruh kejadian terhadap saldo-saldo akun di buku besar
 Tambahkan tabel induk yang diperlukan ke sisi diagram kelas UML yang tepat
Tentukan hubungan yang diperlukan antar label.
 Untuk setiap garis yang terhubung, tentukan kardinalitas hubungan antar label
 Tulislah kardinalitasnya di samping garis antarentitas
 Jika terdapat hubungan Many to Many, ubahlah menjadi One to Many dengan menambahkan tabel persimpangan
Tentukan atribut yang diperlukan.
 Tentukan kunci utama untuk setiap tabel. Tulislah kunci utama tersebut di kotak untuk entitas tersebut
 Hubungkan tabel-tabel terkait dengan menambahkan kunci asing ke salah satu pasangan dalam hubungan tersebut. Tulis kunci asing di kotak entitas sepantasnya

Bab VI | Memahami dan Mendesain Query dan Laporan
Query adalah elemen penting basis data relasional. Pengembang dan pengguna SIA perlu mengomunikasikan kebutuhan informasi mereka ke DBMS. Bahasa Query telah dikembangkan untuk memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan DBMS dalam bentuk yang lebih terstruktur.
SQL
•Structured Query Language
•Bahasa standar untuk melakukan query basis data relasional
QBE
•Query By Example
•Suatu pendekatan yang lebih sederhana

Sebagian besar laporan memiliki header laporan, header halaman, footer halaman dan footer laporan. Header laporan menunjukkan informasi yang diterapkan pada seluruh laporan. Di seluruh format laporan yang ditunjukkan, informasi di bagian atas laporan sangat penting untuk memahaminya. Judul yang informative harus digunakan; tanggal laporan harus dicetak; dan kriteria pemilihan data pada laporan harus dibuat secara eksplisit. Header halaman dapat digunakan untuk menentukan informasi yang tampak di bagian atas setiap halaman. Footer halaman tampak dibagian bawah setiap halaman dan biasanya mencakup nomor halaman. Footer laporan terlihat satu kali di bagian akhir laporan. Footer laporan biasanya digunakan untuk menyajikan informasi ringkasan seperti total semuanya. Bagian perincian laporan berisi informasi utama di laporan. Bagian ini menyajikan data mengenai berbagai entitas seperti kejadian, agen, produk dan jasa.
Kotak Label dan Kotak Teks merupakan dua elemen penting laporan. Elemen-elemen ini mengacu pada kotak label dan kotak teks. Kotak label menampilkan teks deskriptif dan tidak terpengaruh oleh data di dalam tabel. Kotak teks bersifat dinamis, sementara kotak label bersifat statis dan tidak berubah ketika data yang mendasarinya berubah. Informasi yang ditampilkan di kotak teks tergantung pada isi tabel yang mendasarinya saat ini.
Model Laporan
Daftar Sederhana
Perincian yang dikelompokkan
Ringkasan
Entitas Tunggal

Isi dan Organisasi Laporan
Seperti query, perancang harus menganalisis kebutuhan informasi pengguna, kemudian memutuskan data apa yang perlu dimasukkan kedalam setiap laporan lalu tabel yang memuat unsur-unsur data yang diperlukan untuk laporan tersebut harus diidentifikasi. Disamping membuat keputusan mengenai data apa yang akan dimasukkan, perancang memiliki beberapa pilihan untuk mengorganisasikan informasi pada suatu laporan.
Laporan Kejadian
Sebagian besar isi laporan kejadian menggunakan data yang tersedia di tabel transaksi. Contoh-contoh laporan transaksi meliputi pesanan pembelian (PO), faktur pembelian, retur pembelian, pesanan penjualan, faktur penjualan, retur penjualan, pengiriman, penerimaan kas dan laporan produksi.
Daftar Kejadian Sederhana menyediakan daftar kejadian yang sederhana selama suatu periode waktu yang disusun menurut tanggal kejadian atau nomor transaksi tanpa adanya pengelompokan atau subtotal. Laporan Perincian kejadian Dikelompokkan menampilkan daftar kejadian selama suatu periode dan umumnya dikelompokkan menurut barang/jasa atau agen. Laporan seperti itu dapat mencakup data acuan mengenai barang/jasa atau agen maupun perincian kejadian yang berhubungan dengan barang/jasa atau agen. Biasanya, subtotal dilaporkan pada laporan perincian kejadian dikelompokkan. Laporan yang dikelompokkan sering kali lebih unggul dibandingkan laporan yang tidak dikelompokkan karena lebih mudah untuk di analisis dan memfasilitasi perbandingan antar kelompok.
Kejadian
Daftar kejadian sederhana
Rincian kejadian dikelompokan
Ringkasan kejadian
Kejadian tunggal

Laporan Ringkasan Kejadian meringkas data kejadian menurut berbagai parameter, seperti penjualan yang diringkas menurut bulan, atau penjualan yang diringkas menurut pelanggan. Laporan ringkasan hanya menyajikan informasi ringkasan seperti penjualan bulanan yang tidak menyebutkan kejadian-kejadian individu. Laporan ringkasan kejadian lebih unggul dibandingkan laporan perincian kejadian berkelompok ketika sejumlah besar kelompok perlu dilaporkan. Laporan Satu Kejadian menyajikan perincian mengenai satu kejadian. Sering kali, laporan ini dicetak untuk tujuan dokumentasi atau untuk diberikan kepada pelanggan atau pemasok. Contoh jenis laporan ini adalah faktur penjualan dan pemesanan pembelian. Daftar acuan dan laporan status memfokuskan pada penyediaan informasi mengenai barang, jasa, atau agen.
Daftar Acuan hanya melaporkan data acuan yang diambil dari tabel induk. Data acuan tidak terpengaruh oleh kejadian. Laporan Status menyediakan data ringkasan mengenai barang, jasa atau agen. Data ringkasan adalah data di record barang, jasa atau agen yang meringkas hasil-hasil transaksi masa lalu. Laporan Status perincian Berkelompok menampilkan data ringkasan dan biasanya beberapa data acuan mengenai barang, jasa atau agen maupun kejadian yang menyebabkan perubahan data ringkasan. Laporan seperti itu diambil dari record barang/jsa/agen dan record kejadian. Laporan Ringkasan Status mendaftar data acuan dan data ringkasan mengenai barang, jasa atau agen. Laporan Status Satu barang/Jasa/Agen biasanya menyediakan data terperinci dan mencakup data acuan maupun data ringkasan untuk satu entitas seperti pelanggan, pemasok, atau unsur persediaan sebagai contoh seperti rekening pelanggan bulanan.
Barang, Jasa atau Agen
Daftar Acuan
Laporan Status
Perincian Berkelompok
Ringkasan
Entitas Satu Barang, Jasa, Agen

Bab VII | Memahami dan Mendesain Formulir
Hubungan Antara Formulir Input dan Tabel
Terdapat tiga hubungan antara table dan formulir. Hanya hubungan pertama saja yang memiliki hubungan satu dengan satu antara formulir dan table.
Satu formulir untuk mencatat data di satu tabel
Satu formulir untuk mencatat data di dua tabel atau lebih
Dua formulir atau lebih untuk mencatat data di satu tabel
Jenis-jenis Formulir Input Formulir yang digunakan untuk entri data dikelompokkan menjadi tiga jenis: formulir entri satu record, formulir entri bentuk table, dan formulir entri multitabel.
• hanya menampilkan satu record pada satu waktu
• digunakan untuk menambah, menghapus, atau memodifikasi data di satu record/tabel tertentu
• sering kali digunakan untuk mengarsipkan data file induk
Formulir Entri Satu Record
• menyediakan desain seperti kertas kerja untuk memasukkan banyak record di satu tabel
• sering kali digunakan untuk mencatat sekumpulan kejadian
• format kertas kerja bisa mempercepat entri data
Formulir Entri Bentuk Tabel
• digunakan untuk menambahkan data ke lebih dari satu tabel
• fitur yang membedakan antara formulir ini dengan formulir entri lainnya adalah bahwa data ditulis ke lebih dari satu tabel
Formulir Entri Multitabel
Mengidentifikasi Formulir yang Diperlukan
ebutuhan akan formulir tergantung pada data apa yang perlu dikumpulkan dan bagamana data tersebut akan dikumpulkan. Untuk memahami bagaimana bagaimana data dikumpulkan di sebuah perusahaan, seorang evaluator atau perancang dapat mengembangkan sebuah daftar cara di mana sistem digunakan. UML use case dapat digunakan untuk membuat model interaksi antara pengguna dengan system. Kita akan menggunakan konsep use case sebagai alat dokumentasi. Use case adalah urutan langkah-langkah yang terjadi ketika “pelaku” sedang berinteraksi dengan system untuk suatu tujuan tertentu. Pelaku dapat berupa orang, computer atau bahkan system lain.
Ada satu alat yang dapat digunakan sebagai bantuan dalam mengembangkan diagram use case adalah kerangka kerja CRUD. CRUD kepanjangan dari Create Read Update dan Delete.
Mendokumentasikan Isi dan Organisasi Formulir: Pola Desain Formulir Terdapat lima unsur formulir yang memerlukan dokumentasi
Atribut yang dicatat di tabel
Atribut yang ditampilkan dari tabel
Field Perhitungan
Kunci Asing
Query
K
Interaksi Dengan Formulir: Mengendalikan Input SIA
Elemen-elemen Antarmuka Formulir Merupakan objek-objek pada formulir yang digunakan untuk memasukkan informasi atau melakukan tindakan. Seluruh aspek formulir dikendalikan oleh elemen-elemen antar muka. Beberapa elemen antar muka yang umum adalah
• merupakan ruang pada formulir yang digunakan untuk memasukkan informasi yang ditambahkan ke tabel atau untuk menapilkan informasi yang dibaca dari tabel
Kotak Teks
• membantu pengguna untuk memahami informasi apa yang perlu dimasukkan
Label
• sering kali ditambahkan ke kotak teks yang digunakan untuk memasukkan kunci asing
Fitur Pencarian
• digunakan untuk melakukan suatu tindakan
Tombol Perintah
• memungkinkan pengguna untuk memilih salah satu dari seperangkat pilihan
Tombol Radio
• mirip dengan radio, tapi bisa memilih lebih dari dua opsi
Kotak Cek
10 Pengendalian Untuk Meningkatkan Akurasi dan Efisiensi Entri Data
Langkah 1-5
Kunci Utama
Fitur Pencarian
Pemindaian
Pemeriksaan Record
Konfirmasi
Langkah 6-10
Integritas Referensial
Pemeriksaan Format
Aturan Validasi
Default
Melarang Entri Kosong

THAT’S IT!! ALL DONE! saya udah males ngerapihinnya, karena saya pikir toh Anda akan memberi nilai yang sama, sementara saya kerja dobel (bikin pdf sama ngedit di blog) | “salah sendiri kenapa tulis di pdf?” | saya hanya bisa bilang, kenapa sejak awal Anda mengizinkan tapi sekarang kok malah enggan? 

saya coba memaafkan, saya anggap kejadian jum’at pagi sebagai hal yang wajar, karena manusia tempatnya lupa. jangan salahkan saya kalo mengupload dalam bentuk pdf, karena Anda sejak awal sudah mengizinkan. kalaupun dapat nilai yang tidak memuaskan karena tugas saya baru Anda periksa jauh melewati deadline yang ditentukan, saya berhak untuk komplain karena saya merasa benar (memosting tepat waktu). Biar gak repot nih file pdfnya, tinggal download, pasang antivirus yang bagus, liat Gimana Entar  aja. Ga ada yang perlu ditakutkan, pdf itu saya host di files.wordpress.com, bukan hostingan gratis yang berpotensi menyebarkan file virus seperti mediafire, 4shared, ziddu, uploaded.net, rapidshare, atau apalah, di wordpress ini saya hanya diizinkan mengupload file dokumen dan gambar saja. maka dari itu saya bisa bisa bilang file ini benar-benar aman karena saya mempertaruhkan nilai disini, untuk apa saya main-main.

” Adobe Acrobat (the full version, not Adobe Acrobat Reader) is capable of embedding arbitrary documents or applications inside a PDF document.

That means that a malicious individual could embed an application that does damage when it is run. It also means that one can embed a virus inside a PDF document

The capability to embed documents or applications inside a PDF document has been around since Adobe Acrobat 4, and Adobe has long recognized that this feature could indeed be abused. As a precaution a quite severe error message is shown before any embedded document or application is opened.”

sumber

(kalo gak percaya buka linknya, 100% aman)

Ya, virus BISA masuk kedalam .pdf, tapi tunggu dulu Pak, saya cukup teliti karena saat mengetik, menyimpan, dan menkonversi dokumen tersebut kedalam format pdf, Antivirus saya, AVG Internet Security 2012 (masih sering update DB virus loh), dalam keadaan aktif dan saya rasa tidak mungkin ada virus yang menular (ke file tersebut). sebelum saya upload ke blog pun, saya mereview nya berkali-kali, mengecek apakah ada kesalahan atau tidak. dan kalaupun ada virus, pasti dokumen tersebut tidak akan pernah bisa saya akses karena Antivirus tidak akan mengizinkan pengeksekusian file demi alasan keamanan pengguna. yang saya beri warna merah diatas, hal tersebut (virus) bisa dicegah penyebarannya karena ada jendela yang muncul saat Anda hendak membuka file. jendela tersebut tidak bisa di-Hide oleh virus, dan user harus mengkonfirmasi ulang dan paham semua resiko sebelum membuka file (lihat sumber utk lebih jelasnya).

File terkait:

BAB I-IV

BAB V-VII

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s