Posted on

dibalik judul postingan yang bisa dibilang cabul karena ada “ooooh uuhhh” nya, gue mau coba ngomong dengan gaya agak serius, tentang mimpi buruk bagi para gadis perawan, khususnya buat mereka yang masih dibawah umur.

perlu diingatkan, kalau ada bahasa yang terlalu kuat/jorok mohon dimaafkan ya, gue usahain supaya kata-kata yang tersusun di tulisan ini nggak sejorok yang kalian bayangkan sehingga masih nyaman dan enak buat dibaca, mudah-mudahan.

akhir-akhir ini, bagi yang sering mengkonsumsi berita baik dari media cetak ataupun media elektronik, pasti udah nggak kaget lagi kalo mendengar/melihat headline  tentang Kasus Pemerkosaan Bocah dibawah Umur, Gadis 16 Tahun digilir 6 Pemuda, Bocah kelas 5 SD diperkosa Ayah Kandung, dan lain sebagainya. nggak kaget lho. nggak kaget kaya dulu, dimana berita yang kayak gini emang jarang banget muncul di media (mudah-mudahan karena jarang terjadi).

kadang gue bertanya sama diri sendiri, “apa yang salah sama yang punya burung? istrinya kurang memuaskan-kah?” …padahal selalu ada alternatif lain untuk mengalihkan keinginan untuk memperkosa itu, dengan cara berbuat hal yang positif (asal jangan positif hamil atau HIV aja deh..).. pokoknya buang jauh-jauh pikiran kotor dengan cara mengalihkan pikiran kita ke perbuatan yang menyenangkan seperti berolah raga.

dan yang enak-enak gini nih, biasanya peminatnya banyak dan bisa dipastikan jumlah kasus bakal terus naik tiap tahunnya. benar aja, seperti yang gue kutip dari hukum.kompasiana.com per-tanggal 14 Februari Januari 2013:

“Data statistik dari Komnas Nasional Perlindungan Anak menyatakan, telah menerima 673 pengaduan eksploitasi seksual komersial terhadap anak sepanjang 2012. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 480 kasus. Sedangkan untuk kasus perkosaan tercatat pada periode 1998-2010 terjadi 4.845 di Indonesia.”

masih dari sumber yang sama, gue kutip juga beberapa kasus yang cukup serius waktu itu, diantaranya:

Bulan Agustus 2012, ZN (47 thn) ditangkap karena memperkosa AN, anak berumur 3 tahun.

Bulan Oktober 2012, ZN (43 thn) ditangkap karena telah menggauli 3 anak kandungnya (WN, KR, WNR) sejak mereka masih di bawah umur. WN (20 thn) digauli sejak berusia 14 tahun, KR (18 thn) digauli sejak berusia 15 tahun dan WNR (17 thn) digauli sejak masih kelas 2 SMA sebanyak 5 kali.

Awal tahun 2013, S ditangkap karena kejahatan seksual yang mengakibatkan RI (bocah 11 tahun) meninggal dengan keadaan anus dan kemaluan yang rusak parah.

dan sebenarnya masih banyak lagi kejadian serupa, dan gue yakin kalo mustahil merangkum semua 4,845 kasus pemerkosaan itu disini. ..sekarang kita udah liat kan, satu potret kelam negeri kita, negeri yang katanya punya hukum, negeri yang katanya punya penegak hukum, tapi nyatanya? kriminal lendir begini aja masih bisa lolos.. kalo begini apa gunanya hukum dan penegaknya, kalau masyarakat tidak bisa merasakan keamanan dan kenyamanan?

sekarang kalo udah terlanjur kejadian gini, yang salah siapa ya? anaknya? nggak mungkin. anak usia 14 tahun-an nggak mungkin mancing-mancing dengan pake pakaian yang memancing (mengundang maksudnya). kalo mahasiswi yang suka mancing-mancing sih, wajar diperkosa. lah ini anak kecil kok? kalaupun anak kecil mancing-mancing masa iya sih bisa bikin ON?

ternyata.. bisa dipastikan 100% kalo ini salah yang punya burung, salah karena mereka mempunyai IQ dibawah rata-rata, alias emang goblok bin tuwolol ndak ketulungan; salah karena mereka terlalu gegabah dalam bertindak; salah karena mereka tidak pandang bulu dalam hal kosa-kosaan; salah karena mereka mempunyai kekuatan bur.. eh, Iman; Iman yang begitu lemah sampai-sampai tidak kuasa menahan gejolak didalam s*mpak. hahaha..

pertama, masalah IQ, masalah intelektual. gue yakin nih pelaku pemerkosaan pasti dulu nggak di-didik di sekolah. (banyak amat “di” nya) karena sekolah yang baik pasti mendidik kita untuk menyayangi adik-adik kita, tulga? betoell.. tapi dalam arti sayang yang positif, bukan sayang karena body, apalagi sayang karena uang :$ ..pelaku pemerkosaan ini tidak tau definisi sayang kepada adik.. yang dia tau adalah kalo sayang itu cinta, cinta itu bagaikan coklat, coklat itu enak, dan enak itu memperkosa.. inilah jalan pikiran si pemerkosa, mereka salah mendefinisikan kasih sayang.. solusi dari permasalahan IQ yang terlanjur jatuh sampai sulit untuk bangun adalah, agar menyamaratakan (sama rata) sistem pendidikan di indonesia, dari kampung A sampai kota Z, semua harus rata. persetan buat sekolah yang katanya taraf internasional tapi isinya cuma anak tuwolol yang kebetulan bokap-nyokapnya kaya. padahal gue yakin pasti ada anak jenius yang sayangnya sekolah di kampung cuma 2 jam perhari, nyeker, ngga punya buku, dll. elah jadi OOT kan, intinya pendidikan moral itu penting supaya bisa meredam angka pemerkosaan dimasa depan! setuju?

kedua, masalah sikap yang terlalu ceroboh. gue yakin juga, kalo pelaku pemerkosaan itu pasti nggak pernah ngantre, karena biangnya ceroboh adalah nggak sabaran. tukang perkosa itu reckless dengan brutal mampu menerjang segala resiko apapun tanpa dipikirkan hasilnya. sebagai tentara aja, sikap gegabah ini dilarang keras, karena bisa berakibat fatal, mulai dari kematian, hingga terbongkarnya lokasi/strategi kita terhadap musuh. buat tentara aja dilarang, apalagi buat pengangguran tukang perkosa anak kecil? wkwkwkw. seharusnya tukang perkosa ini tau, kalo akibat dari memperkosa secara brutal itu beberapa, sebut saja.. kalo nggak sukses ya mencret. sukses berarti nggak ketauan, korban bisa diajak kerja sama, dan korban tidak hamil. ini namanya clean sheet. celakanya, selain clean sheet ada juga apesnya, yaitu: lagi asyik-asyik, eh jantungan. mati. atau yang rada ringan apes-nya, ketauan warga, diarak keliling kampung, abis itu masuk penjara. nasib deh.. enak 10 menit harus dibayar dengan malu, cemoohan, citra yang buruk dimata warga, bertahun-tahun dipenjara, ooh.. malangnya nasibmu, wahai tukang perkosa.. ehm. solusi yang tepat untuk menangani hal seperti ini, pastinya pendidikan moral (lagi) khususnya hukum sebab-akibat harus diajari sejak usia dini, baik oleh orang tua maupun guru. setuju?

ketiga, soal pandang memandang bulu. harusnya pemerkosa ini sadar, kalo wanita 20-26 tahun itu lebih menarik daripada wanita 12-16 tahun. yega? tapi kok mereka lebih suka sama yang berumur 12-16 tahun ya?? hmmm.. gue tau nih penyebabnya pasti karena anak usia segitu tuh ngga ada perlawanannya, diperkosa ya tinggal diperkosa, kalo udah diperkosa mana berani anak kecil lapor ke orang tua? paling umum nih, kasus pemerkosaan bocah dibawah umur baru terungkap kalo si orang tua melihat keganjilan yang ada pada si anak, bukan karena si anak yang melapor. ironis, pelaku pemerkosa biasanya dari golongan orang terdekat, bisa teman, tetangga, bahkan ayah sendiri! akhir jaman..

keempat, soal kekuatan.. heheheh. pemerkosa ini jelas nggak punya kekuatan untuk mengendalikan sang burung alias nafsu nya, masa baru melihat majalah/film yang menjurus ke “anu” saja sudah kepingin, dan celakanya, mereka kepingin melakukannya dengan anak tetangga yang masih kecil itu. waduh.. salah udah. kalau sudah kuat, hendaknya mandi air dingin, dan mencoba mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, mudah2an hasratnya hilang. atau tidak, ada alternatif lain yaitu tidur. ya, tidur dan berdoa aja supaya dapet mimpi indah.. wakakakaka. itupun kalau ngantuk, kalo nggak ngantuk, silahkan pergi ke tempat lokalisasi sana, dan cobalah memperkosa PSK disana (sambil bercanda).. selain enak, pemerkosa bisa dapet bonus yang menarik: 33% kena sipilis, 33% kena herpes, 33% kena HIV, dan 1% kena jantungan terus mati ditempat. wakakakakakak!!! tapi serius loh, daripada dipenjara karena memperkosa? mendingan ke lokalisasi, bayar beberapa rupiah (nabung dulu kek) tapi paling banter cuma dikasih pengarahan sama satpol PP kalo lagi razia. see? selalu ada alternatif bagi sang pemerkosa selain harus merenggut mahkota sang bocah😦

dibalik solusi yang gue tawarkan, ternyata ada satu solusi yang begitu penting dan tidak boleh diabaikan begitu saja. yaitu Undang Undang kita, coba lihat ini

“Pasal 81 ayat (2) UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang ancaman hukumannya penjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun DAN denda minimal 60 juta dan maksimal 300 juta rupiah.
Pasal 81
(1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).
(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.”

APPPAAAA!?!?!?!? minimal 3 tahun/maksimal 15 tahun? please deh.. ini juga nih penyebab banyak pengangguran yang melakukan pemerkosaan. siapa yang nggak mau makan/tidur gratis di penjara selama 3 tahun gara2 memperkosa? bah.. jaman sekarang, penjara bukan hal yg ditakuti, boss.. kita bisa liat kan dipenjara sekarang itu, narkoba, ponsel, senjata, semua bisa bebas masuk karena sipirnya juga ikut-ikutan dapet jatah (disodo.. eh, disogok) bahkan gue pernah liat berita juga, entah persisnya apa gue lupa, antara sipir yang menghamili tahanan atau tahanan yang menghamili sipir. dan itu pernah terjadi. memprihatinkan bukan?

dan kalau mau jujur sih, gue nggak suka demokrasi kalo begini caranya. undang-undang bekas jajahan belanda kok masih dipake sampe sekarang sih? ayo dong revisi lagi tuh undang2, kasih hukuman yang berat sekalian dan jangan setengah-setengah. kalau bisa nih ya, gue mau kalo semua pelaku kriminal itu dihukum dengan siksaan. misalnya, yang suka mencuri dan korupsi tangan atau jarinya harus dipotong, pelaku penjambretan kaki (buat kabur) dan tangan (buat merampas) harus dipotong, pelaku pencemaran nama baik lidahnya harus dipotong sedikit biar cadel (wakaka) dan pelaku pemerkosaan harus mati. kenapa? karena semua bagian badan si pemerkosa itu pasti menikmati.. mata, hidung, mulut, lidah, tangan, badan, teruuus semuanya pasti menikmati. jadi apanya yang dipotong kalau begitu?

sekian dari gue, kurang lebihnya mohon maaf.

APA ENAKNYA MEMPERKOSA KALO UJUNG-UJUNGNYA DIPENJARA.. mending ke lokalisasi.. atau pake sabun 

 

sabun cair

 

kalo pemerkosa yang nggak mampu beli sabun mahal kayak diatas jangan berkecil hati dulu

sarah - sabun murah

:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s